Jumat, 21 Maret 2014

Keutamaan Mempelajari, Mengajarkan, dan Membaca Al-Qur’an

Keutamaan Mempelajari, Mengajarkan, dan Membaca Al-Qur’an
  • Pahala mengajarkannya. Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:
    “Sebaik-baik kalian adalah siapa yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
  • Pahala membacanya. Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:
    “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.”(HR. At-Tirmidzi)
  • Keutamaan mempelajari al-Qur’an, menghafalnya, dan pandai membacanya. Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:
    “Perumpamaan orang yang membaca al-Qur’an sedang ia hafal dengannya bersama para malaikat yang suci dan mulia, sedang perumpamaan orang yang membaca al-Qur’an sedang ia senantiasa melakukannya meskipun hal itu sulit baginya maka baginya dua pahala.” (Muttafaq ‘alaih)
  • Dan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:“Dikatakan kepada ahli Al-Qur’an, ‘Bacalah, naiklah dan bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membaca di dunia karena kedudukanmu terletak pada akhir ayat yang kamu baca.” (HR. At-Tirmidzi)Al-Khaththabi mengatakan: “Disebutkan dalam atsar bahwa jumlah ayat al-Qur’an adalah sesuai dengan jumlah tingkatan dalam surga. Dikatakan kepada pembaca (al-Qur’an), ‘Naiklah dalam tingkatan sesuai dengan ayat al-Qur’an yang sebelumnya kamu baca (di dunia).’ Karena itu siapa yang membaca dengan sempurna seluruhnya al-Qur’an, maka ia menempati tingkatan surga yang paling atas di akhirat. Sedang siapa yang membaca sesuatu juz darinya, maka kenaikannya dalam tingkatan surga sesuai dengan bacaannya itu. Dengan demikian, akhir pahalanya adalah pada akhir bacaannya.
  • Pahala bagi orang yang anaknya mempelajari Al-Qur’an.
    “Siapa saja membaca al-Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orangtuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya yang sinarnya bagaikan sinar matahari, dan dikenakan kepada kedua orangtuanya dua perhiasan yang nilainya tidak tertandingi oleh dunia. Keduanyapun bertanya, ‘Bagaimana dipakaikan kepada kami semuanya itu?’ Dijawab, ‘Karena anakmu telah membawa al-Qur’an.” (HR. Al-Hakim)
  • Al-Qur’an memberi syafa’at kepada ahlinya di Akhirat. Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:
    “Bacalah al-Qur’an karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para ahlinya.” (HR. Muslim)
  • Dan sabda beliau shalallahu ‘alaihi wasalam:
    “Puasa dan al-Qur’an, keduanya akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari Kiamat…” (HR. Ahmad dan al-Hakim)
  • Pahala bagi orang yang berkumpul untuk membaca dan mengkajinya. Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam:
    “Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah Ta’ala, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan di sisi-Nya.” (HR. Abu Dawud)
Pelipatgandaan Pahala Bacaan
Setiap orang yang membaca al-Qur’an demgam ikhlas Lillah, maka ia mendapat pahala. Namun pahala ini dilipatgandakan jika disertai dengan kehadiran hati, penghayatan, dan pemahaman terhadap ayat yang dibaca. Maka satu huruf bisa dilipatgandakan pahalanya menjadi sepuluh kebaikan, bahkan tujuh ratus kali lipat.

Sabtu, 15 Maret 2014

sejarah kerajaan aceh


Awal mula
Kesultanan Aceh didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada tahun 1496. Pada awalnya kerajaan ini berdiri atas wilayah Kerajaan Lamuri, kemudian menundukan dan menyatukan beberapa wilayah kerajaan sekitarnya mencakup Daya, Pedir, Lidie, Nakur. Selanjutnya pada tahun 1524 wilayah Pasai sudah menjadi bagian dari kedaulatan Kesultanan Aceh diikuti dengan Aru.
Pada tahun 1528, Ali Mughayat Syah digantikan oleh putera sulungnya yang bernama Salahuddin, yang kemudian berkuasa hingga tahun 1537. Kemudian Salahuddin digantikan oleh Sultan Alauddin Riayat Syah al-Kahar yang berkuasa hingga tahun 1571.
Masa Kejayaan
Meskipun Sultan dianggap sebagai penguasa tertinggi, tetapi nyatanya selalu dikendalikan oleh orangkaya atau hulubalang. Hikayat Aceh menuturkan Sultan yang diturunkan paksa diantaranya Sultan Sri Alam digulingkan pada 1579 karena perangainya yang sudah melampaui batas dalam membagi-bagikan harta kerajaan pada pengikutnya. pengantinya Sultan Zainal Abidin terbunuh beberapa bulan kemudian karena kekejamannya dan karena kecanduannya berburu dan adu binatang. Raja-raya dan orangkaya menawarkan mahkota kepada Alaiddin Riayat Syah Sayyid al-Mukamil dari Dinasti Darul Kamal pada 1589. Ia segera mengakhiri periode ketidak-stabilan dengan menumpas orangkaya yang berlawanan dengannya sambil memperkuat posisinya sebagai penguasa tunggal Kesultanan Aceh yang dampaknya dirasakan pada sultan berikutnya.
Kesultanan Aceh mengalami masa ekspansi dan pengaruh terluas pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607 - 1636) atau Sultan Meukuta Alam. Pada masa kepemimpinannya, Aceh menaklukkan Pahang yang merupakan sumber timah utama. Pada tahun 1629, kesultanan Aceh melakukan penyerangan terhadap Portugis di Melaka dengan armada yang terdiri dari 500 buah kapal perang dan 60.000 tentara laut. Serangan ini dalam upaya memperluas dominasi Aceh atas Selat Malaka dan semenanjung Melayu. Sayangnya ekspedisi ini gagal, meskipun pada tahun yang sama Aceh menduduki Kedah dan banyak membawa penduduknya ke Aceh.
Pada masa Sultan Alaidin Righayat Syah Sayed Al-Mukammil (kakek Sultan Iskandar Muda) didatangkan perutusan diplomatik ke Belanda pada tahun 1602 dengan pimpinan Tuanku Abdul Hamid. Sultan juga banyak mengirim surat ke berbagai pemimpin dunia seperti ke Sultan Turki Selim II, Pangeran Maurit van Nassau, dan Ratu Elizabeth I. Semua ini dilakukan untuk memperkuat posisi kekuasaan Aceh.
Kemunduran
Kemunduran Aceh disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya ialah makin menguatnya kekuasaan Belanda di pulau Sumatera dan Selat Malaka, ditandai dengan jatuhnya wilayah Minangkabau, Siak, Tiku, Tapanuli, Mandailing, Deli, Barus (1840) serta Bengkulu kedalam pangkuan penjajahan Belanda. Faktor penting lainnya ialah adanya perebutan kekuasaan di antara pewaris tahta kesultanan.
http://bits.wikimedia.org/static-1.23wmf17/skins/common/images/magnify-clip.png
Diplomat Aceh ke Penang. Duduk : Teuku Kadi Malikul Adil (kiri) dan Teuku Imeum Lueng Bata (kanan). Sekitar tahun 1870an
Hal ini bisa ditelusuri lebih awal setelah kemangkatan Sultan Iskandar Tsani hingga serangkaian peristiwa nantinya, dimana para bangsawan ingin mengurangi kontrol ketat kekuasaan Sultan dengan mengangkat janda Iskandar Tsani menjadi Sultanah. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ketakutan akan kembalinya Raja tiran (Sultan Iskandar Muda) yang melatar-belakangi pengangkatan ratu.
Sejak itu masa damai terasa di Aceh, para Ulèëbalang bebas berdagang dengan pedagang asing tanpa harus melalui pelabuhan sultan di ibukota. Lada menjadi tanaman utama yang dibudidayakan seantero pesisir Aceh sehingga menjadi pemasok utama lada dunia hingga akhir abad 19. Namun beberapa elemen masyarakat terutama dari kaum wujudiyah menginginkan penguasa nanti adalah seorang laki-laki bergelar Sultan. Mereka mengklaim bahwa pewaris sah masih hidup dan tinggal bersama mereka di pedalaman. Perang saudara pecah, mesjid raya, Dalam terbakar, kota Bandar Aceh dalam kegaduhan dan ketidak-tentraman. Menindaklanjuti pertikaian ini, Kadhi Malikul Adil (semacam mufti agung) Tgk. Syech Abdurrauf As-Sinkily melakukan berbagai reformasi terutama perihal pembagian kekuasaan dengan terbentuknya tiga sagoe. Hal ini mengakibatkan kekuasaan sultanah/sultan sangat lemah dengan hanya berkuasa penuh pada daerah Bibeueh (kekuasaan langsung) semata.
Perang saudara dalam hal perebutan kekuasaan turut berperan besar dalam melemahnya Kesultanan Aceh. Pada masa Sultan Alauddin Jauhar Alamsyah (1795-1824), seorang keturunan Sultan yang terbuang Sayyid Hussain mengklaim mahkota kesultanan dengan mengangkat anaknya menjadi Sultan Saif Al-Alam. Perang saudara kembali pecah namun berkat bantuan Raffles dan Koh Lay Huan, seorang pedagang dari Penang kedudukan Jauhar (yang mampu berbahasa Perancis, Inggris dan Spanyol) dikembalikan. Tak habis sampai disitu, perang saudara kembali terjadi dalam perebutan kekuasaan antara Tuanku Sulaiman dengan Tuanku Ibrahim yang kelak bergelar Sultan Mansur Syah (1857-1870).
Sultan Mansyur Syah berusaha semampunya untuk memperkuat kembali kesultanan yang sudah rapuh. Dia berhasil menundukkan para raja lada untuk menyetor upeti ke sultan, hal yang sebelumnya tak mampu dilakukan sultan terdahulu. Untuk memperkuat pertahanan wilayah timur, sultan mengirimkan armada pada tahun 1854 dipimpin oleh Laksamana Tuanku Usen dengan kekuatan 200 perahu. Ekspedisi ini untuk meyakinkan kekuasaan Aceh terhadap Deli, Langkat dan Serdang. Namun naas, tahun 1865 Aceh angkat kaki dari daerah itu dengan ditaklukkannya benteng Pulau Kampai.


Sultan juga berusaha membentuk persekutuan dengan pihak luar sebagai usaha untuk membendung agresi Belanda. Dikirimkannya utusan kembali ke Istanbul sebagai pemertegas status Aceh sebagai vassal Turki Utsmaniyah serta mengirimkan sejumlah dana bantuan untuk Perang Krimea. Sebagai balasan, Sultan Abdul Majid I mengirimkan beberapa alat tempur untuk Aceh. Tak hanya dengan Turki, sultan juga berusaha membentuk aliansi dengan Perancis dengan mengirim surat kepada Raja Perancis Louis Philippe I dan Presiden Republik Perancis ke II (1849). Namun permohonan ini tidak ditanggapi dengan serius.
Kemunduran terus berlangsung dengan naiknya Sultan Mahmudsyah yang muda nan lemah ke tapuk kekuasaan. Serangkaian upaya diplomasi ke Istanbul yang dipimpin oleh Teuku Paya Bakong dan Habib Abdurrahman Az-zahier untuk melawan ekspansi Belanda gagal. Setelah kembali ke ibukota, Habib bersaing dengan seorang India Teuku Panglima Maharaja Tibang Muhammad untuk menancapkan pengaruh dalam pemerintahan Aceh. Kaum moderat cenderung mendukung Habib namun sultan justru melindungi Panglima Tibang yang dicurigai bersekongkol dengan Belanda ketika berunding di Riau.
Pada akhir November 1871, lahirlah apa yang disebut dengan Traktat Sumatera, dimana disebutkan dengan jelas "Inggris wajib berlepas diri dari segala unjuk perasaan terhadap perluasan kekuasaan Belanda di bagian manapun di Sumatera. Pembatasan-pembatasan Traktat London 1824 mengenai Aceh dibatalkan." Sejak itu, usaha-usaha untuk menyerbu Aceh makin santer disuarakan, baik dari negeri Belanda maupun Batavia. Para Ulee Balang Aceh dan utusan khusus Sultan ditugaskan untuk mencari bantuan ke sekutu lama Turki. Namun kondisi saat itu tidak memungkinkan karena Turki saat itu baru saja berperang dengan Rusia di Krimea. Usaha bantuan juga ditujukan ke Italia, Perancis hingga Amerika namun nihil. Dewan Delapan yang dibentuk di Penang untuk meraih simpati Inggris juga tidak bisa berbuat apa-apa. Dengan alasan ini, Belanda memantapkan diri menyerah ibukota. Maret 1873, pasukan Belanda mendarat di Pantai Cermin Meuraksa menandai awal invasi Belanda Aceh.

Jumat, 14 Maret 2014

cara membuat anti virus dengan delphi 7

Antivirus merupakan sebuah aplikasi yang mana berguna untuk memblokir, mengkarantina, atau menghapus program jahat berupa virus ataupun worm. Prinsip kerja dari antivirus ada mendeteksi dengan cara membaca isi tubuh dari program (scan) dan mendaftarkan isinya disesuaikan dengan database yang telah di daftarkan, sehingga jika ada program atau aplikasi yang telah sesuai dengan database yang ada di antivirus itu maka program tersebut bisa dikatakan virus atau worm, jika tidak maka ia bukan virus atau worm .


Pertama-tama Anda buat New Project dahulu di Delphi 7 Anda, kemudian ganti nama (rename) Form1, menjadi FormUtama dan save dengan nama form_utama.pas.


001interface
002 
003uses
004  Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Controls, Forms,
005  Dialogs, StdCtrls,Utility_AV, ComCtrls, Menus;
006 
007type
008  TFormUtama = class(TForm)
009    GroupBox1: TGroupBox;
010    rb_scan1: TRadioButton;
011    rb_scan2: TRadioButton;
012    edt_folder: TEdit;
013    edt_cari: TButton;
014    GroupBox2: TGroupBox;
015    lbl_jumlahfile: TLabel;
016    lbl_virus: TLabel;
017    mm_status: TMemo;
018    btn_scan: TButton;
019    btn_tentang: TButton;
020    btn_keluar: TButton;
021    ck_scansubdir: TCheckBox;
022    GroupBox3: TGroupBox;
023    lv_virlist: TListView;
024    btn_delvir: TButton;
025    btn_cls: TButton;
026    lbl_waktu: TLabel;
027    Label1: TLabel;
028 
029    procedure btn_tentangClick(Sender: TObject);
030    procedure FormCreate(Sender: TObject);
031    procedure btn_keluarClick(Sender: TObject);
032    procedure btn_scanClick(Sender: TObject);
033    procedure FormCloseQuery(Sender: TObject; var CanClose: Boolean);
034    procedure edt_cariClick(Sender: TObject);
035    procedure rb_scan2Click(Sender: TObject);
036    procedure btn_clsClick(Sender: TObject);
037    procedure btn_delvirClick(Sender: TObject);
038  private
039    { Private declarations }
040    Procedure ScanVirus(Semua:Boolean);
041    Procedure SaatScanFile (Path:String);
042    Procedure TambahList (NamaVirus,Path:String);
043  public
044    { Public declarations }
045  end;
046 
047 
048 
049var
050  FormUtama: TFormUtama;
051  SedangDiScan:Boolean;
052  rStartTime : Integer;
053  C          : Integer;
054   
055Const
056 DBaseCRC32Virus : Array [0..2] of String = ('DD7A0BA8','7A014FFF','BDB819EB');
057 DBaseNamaVirus  : Array [0..2] of String = ('CodeRed','Moondlight.D','FluBurung');
058 MAX_SCAN        : Int64  = 10 * 1024 * 1024; // Maksimal Scan 10 MB,
059                                          //  Karena biasanya virus tidak lebih dari 10 MB
060implementation
061 
062{$R *.dfm}
063{$R WindowsXP.res} //Aktifkan Theme WinXP
064 
065 
066 
067function CekUkuranFile(const FileName: string): Int64;
068var
069  SearchRec: TSearchRec;
070begin
071  Result := -1; //-- assume worst cas
072  if FindFirst(FileName, faAnyFile, SearchRec) = 0 then
073  begin
074    Int64Rec(Result).Lo := SearchRec.FindData.nFileSizeLow;
075    Int64Rec(Result).Hi := SearchRec.FindData.nFileSizeHigh;
076    FindClose(SearchRec);
077  end;
078end;
079 
080Procedure TFormUtama.TambahList (NamaVirus,Path:String);
081Var
082  lvi       : TListItem;
083Begin
084 
085   //Cek Apakah ada list yang sama ... ?
086   lvi := lv_virList.FindCaption(0,Path, false, true, false);
087   while Assigned(lvi) do
088   begin
089     if Lowercase(lvi.SubItems[1]) = Lowercase(Path) then exit; //Sudah ada di list, keluar
090     lvi := lv_virList.FindCaption(lvi.Index, Path, false, false, false);
091    end;
092 
093  //List tidak ada yang sama, tambahkan list...
094  lvi := lv_virList.Items.Add;
095  lvi.Caption := NamaVirus;
096  lvi.SubItems.Add(Path);
097  lbl_virus.Caption := 'Jumlah virus ditemukan : ' + IntToStr(Lv_VirList.Items.Count);
098End;
099 
100 
101 
102Procedure TFormUtama.SaatScanFile (Path:String);
103Var
104 CRC32       : Cardinal;
105 TB          : Int64;
106 Err         : Word;
107 CRC32Str    : String; //CRC32 hasil string
108 i           : Integer;
109 ElapsedTime : String;
110Begin
111 
112 ElapsedTime := Format('%.1f', [0.001*(GetTickCount-rStartTime)]);
113 
114 Application.ProcessMessages; // Terima semua masukan dari program
115 IF (CekUkuranFile(Path) <= MAX_SCAN) Then Begin // Maksimal Scan.. Tidak Lebih dari 10 MB
116   HitungFileCRC32 ( Path, CRC32, TB, Err );
117   CRC32Str := IntToHex(Crc32,8);  // Hasil CRC32 desimal di konverisi menjadi Heksadesimal
118    For i:=Low(DBaseCRC32Virus) to High(DBaseCRC32Virus) do
119      // Jika Hasil CRC32 sama dengan Database Virus, Tidak diragukan lagi maka itu virus
120      if (CRC32Str = DBaseCRC32Virus[i]) then TambahList(DBaseNamaVirus[i],Path);
121 End;
122 
123 Inc(C);
124 lbl_jumlahfile.Caption := 'Jumlah file : ' + IntToStr(C);
125 lbl_waktu.Caption      := 'Waktu tempuh : ' + ElapsedTime;
126 mm_status.Lines.Text := Path; // Status scannya;
127End;
128 
129procedure TFormUtama.btn_tentangClick(Sender: TObject);
130begin
131 MsgBox(Handle,'Tentang Program',
132        'Gue Antivirus (GAV) ' + #13#10 +
133        'Diprogramkan oleh Ali' + #13#10#13#10 +
134        'Web-Site : http://www.geocities.com/alisoftprg' + #13#10 +
135        'E-Mail : ali.programmer@telkom.net' + #13#10#13#10 +
136        'Copyright © Ali Software - Delphi Source Code. All Rights Reserved.',
137        Information);
138end;
139 
140procedure TFormUtama.FormCreate(Sender: TObject);
141begin
142 SedangDiScan := False;
143end;
144 
145procedure TFormUtama.btn_keluarClick(Sender: TObject);
146begin
147 
148 If SedangDiScan Then
149  If MsgBox(Handle,'Keluar Program',
150           'Apakah Anda ingin keluar saat program sedang mencari virus ?',
151           Question + YesNo) = No Then Exit;
152 
153 Halt(0);     // Keluar Program (dengan paksaan, jika terjadi error)
154end;
155 
156Procedure TFormUtama.ScanVirus(Semua:Boolean);
157Var
158 CallBack :TOnCariFile;
159 Drives:Array of String;
160 i,L:Integer;
161Begin
162 
163    CallBack := SaatScanFile;    //  Hasil scan di kembalikan ke procedure lain
164 
165  If Not Semua Then
166   Begin
167     If (edt_folder.Text = '') then Begin
168       Msgbox(Handle,'Error','Tentukan dulu Folder atau Drive-nya',Critical);
169       exit;
170     End;
171    CariFile(edt_folder.Text,ck_scansubdir.Checked,'*.*',CallBack);
172   End
173   Else Begin
174    For i:=Ord('A') to Ord('Z') do
175      Case GetDriveType(Pchar(Chr(i) + ':\')) of
176         DRIVE_UNKNOWN:;
177         DRIVE_NO_ROOT_DIR:;
178      Else
179       Begin
180        L:=Length(Drives)+1;
181        SetLength(Drives,L);
182        Drives[L-1]:=Chr(i) + ':\';
183       End;
184      End;
185 
186    For i:=Low(Drives) to High(Drives) do
187    Begin
188     If DriveSiap(Drives[i]) Then
189       CariFile(Drives[i],ck_scansubdir.Checked,'*.*',CallBack);
190    End;
191 
192  End;
193 
194End;
195 
196procedure TFormUtama.btn_scanClick(Sender: TObject);
197Label Scan,Berhenti;
198begin
199 
200  If Not SedangDiScan Then
201    Goto Scan
202  Else
203    Goto BerHenti;
204 
205  Exit;
206 
207Scan: Begin
208  BerhentiMencari := False;     // Agar bisa di scan
209  {Mulai men-scan file...}
210  rStartTime := GetTickCount;
211  C          := 0;
212  try
213   SedangDiScan := True;
214   btn_scan.Caption := '&Berhenti..';
215   ScanVirus ( rb_scan1.Checked )   ; //......
216  Finally
217    btn_scan.Caption := '&Scan';
218   SedangDiScan := False;
219  End;
220End;
221 
222Exit;
223Berhenti:Begin
224   If MsgBox(Handle,'Scan Virus',
225           'Apakah Anda ingin menghentikan proses scan virus ?',
226           Question + YesNo) = Yes Then
227    BerhentiMencari := True;
228End;
229 
230end;
231 
232procedure TFormUtama.FormCloseQuery(Sender: TObject;
233  var CanClose: Boolean);
234begin
235 btn_keluarClick(Sender);
236end;
237 
238procedure TFormUtama.edt_cariClick(Sender: TObject);
239Var Dir:String;
240begin
241 Try
242  Dir := BrowseDialog(Handle,'Cari Folder / Drive');
243 Finally
244  If (Dir <> '') then
245   edt_folder.Text := Dir;
246 End;
247end;
248 
249 
250procedure TFormUtama.rb_scan2Click(Sender: TObject);
251begin
252 edt_folder.Enabled := rb_scan2.Checked ;
253 edt_cari.Enabled   := rb_scan2.Checked;
254end;
255 
256procedure TFormUtama.btn_clsClick(Sender: TObject);
257begin
258 If (Lv_VirList.Items.Count < 1) then Exit;
259 If MsgBox(Handle,'Bersihkan List',
260           'Apakah Anda ingin membersihkan list (tanpa menghapus virus) ?',
261           Question + YesNo) = Yes Then
262   lv_virlist.Items.Clear;         
263end;
264 
265procedure TFormUtama.btn_delvirClick(Sender: TObject);
266Var i:Integer;
267    Ada, Bisa:Boolean;
268begin
269   Ada := False;
270   For i:=0 to Lv_VirList.Items.Count -1 do
271    If Lv_VirList.Items[i].Checked then begin
272     Ada := True;
273     Break;
274    End;
275   If Not Ada Then
276    If Msgbox(Handle,'Perhatian','Pilih salah satu item',Exclamation) = OK Then
277      Exit;
278 
279   For i:=0 to Lv_VirList.Items.Count -1 do
280    If Lv_VirList.Items[i].Checked then begin
281      Bisa := DeleteFile(Lv_VirList.Items[i].SubItems[0]);
282      If Not Bisa Then
283       If Msgbox(Handle,'Error','File tidak dapat di hapus,' +
284                        'kemungkinan windows sedang menjalankannya',
285                        CRITICAL) = OK Then Exit
286      Else Lv_VirList.Items[i].Delete;
287    End;
288end;
289 
290end.

Download Source Code